Kamis, 30 April 2009

Sesuap Harapan

Tak seperti yang lalu aku menatap
Hanya desahan nafas ini yang tersisa untuk menyapa

Walau hanya sekilas aku menatapmu, hati ini berkata

Wahai malam, kemanakah engkau membawa hatiku?


Dingin pagi menyapa penuh rasa

Tidak terasa matahari sudah beranjak dari tidurnya

Menghampiri, mengalunkan suara penuh rasa harap

Apakah disana masih tersisa madu untukku?


Oh awan, hampirilah diriku yang sudah payah ini

Kerasnya air laut telah menghancurkan nadiku

Mengapa awan hanya diam tak menyapa?

Apakah engau telah kehilangan rasa?


Waktu demi waktu kian berlalu

Kulihat putih sinar menyapa dari jauh

Bergegas kuangkat hati ini dan kukeraskan langkah ini

Demi sesuap harapan yang kian terarah

Tidak ada komentar:

Posting Komentar